Dunia adalah Panggung Sandiwara
Hidup di dunia ini tidaklah kekal,akan ada masa dimana kita harus kembali kepada sang Maha Pencipta. Namun, apakah bekal yang harus dibawa ke akhirat nanti sudah ada. Kecantikan, jabatan, harta dan kekuasaan bukanlah hal yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, melaikan amal ibadah dan kebaikan selama di dunia. Hidup ini adalah tempat untuk menanam amal, bukan tempat menuai. Menanam amal untuk akhirat nanti, karena disanalah kehidupan abadi. Dalam menanam amal ada susah dan senang, gagal dan berhasil, namun ingatlah bahwa kita tidak lama di dunia ini. Hidup di dunia hanya permainan.
Sebagaimana Allah berfirman :
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang palsu (QS. Al-Hadid (57):20).”
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang palsu (QS. Al-Hadid (57):20).”
Maksud dari hidup adalah permainan disini yaitu di dunia ini ada awal dan ada akhirnya, ada peraturan-peraturan yang harus dipatuhi, ada peran dan tugas yang harus dijalani, ada pertarungan antara kebenaran dan kebatilan. Hingga pada akhir kehidupan nanti masing-masing dapat mengetahui kemenangan atau kekalahan yang diperoleh selama bermain di dalam dunia ini.
Allah maha bijaksana dalam memberikan rezeki kepada manusia, rezeki yang diberikan tidaklah berdasarkan iman atau kafirnya seseorang, melainkan ditebar sebanyak-banyaknya. Sedangkan hasilnya sesuai dengan usaha hambaNya. Jika menginginkan kesuksesan dunia maka harus menguasai ilmu dunia, demikian jika ingin sukses di akhirat harus menguasai ilmu akhirat, dan jika ingin sukses dunia dan akhirat, wajib menguasai kedua-duanya.
Ketika mendapatkan kesuksesan di dunia. Itu bukanlah kesuksesan yang sebenarnya karena akan segera berakhir. Tetapi, jika nanti pada hari hisab mendapat buku di tangan kanan dan dapat memasuki surga-Nya, itulah kesuksesan yang sebenarnya, yang tiada pernah ada akhir. Namun sebaliknya, kegagalan di dunia juga hanya sementara. Jika berusaha bangkit, mau mendidik diri, maka kegagalan akan terlewati. Jangan sampai gagal di akhirat nanti.
Ketika mendapatkan kesuksesan di dunia. Itu bukanlah kesuksesan yang sebenarnya karena akan segera berakhir. Tetapi, jika nanti pada hari hisab mendapat buku di tangan kanan dan dapat memasuki surga-Nya, itulah kesuksesan yang sebenarnya, yang tiada pernah ada akhir. Namun sebaliknya, kegagalan di dunia juga hanya sementara. Jika berusaha bangkit, mau mendidik diri, maka kegagalan akan terlewati. Jangan sampai gagal di akhirat nanti.
Referensi :
Astrie Ivo. 2008. Bukti Cintaku PadaMu. Mizania. Bandung
Astrie Ivo. 2008. Bukti Cintaku PadaMu. Mizania. Bandung

0 Response to "Siapkan amal untuk akhirat, karena penyesalan selalu datang terlambat"
Posting Komentar